Minggu, 30 Agustus 2020

Energi dan Perubahannya

Energi bersifat kekal. Artinya, energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Selama jutaan tahun, energi hanya berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Oleh manusia, energi diubah bentuknya untuk meringankan pekerjaan sehari-hari.
Contohnya, televisi yang mengubah energi listrik menjadi energi cahaya dan bunyi. Atau kompor yang mengubah energi kimia dalam bentuk gas dan minyak goreng yang diubah kompor menjadi energi panas untuk memasak. Bisakah kamu menyebutkan perubahan energi lainnya? 

Simak contoh perubahan energi yang terjadi di sekeliling kita seperti dilansir dari Energy: A Guidebook (1983).

Bentuk energi terdiri dari beberapa bentuk yaitu:


Energi panas/kalor 
Energi cahaya 
Energi bunyi 
Energi magnet 
Energi listrik 
Energi kimia 
Energi nuklir 
Energi gerak/mekanis/kinetis



Contoh perubahan energi


Energi kimia menjadi energi gerakMakanan yang kita konsumsi membuat kita bernergi sehingga bisa berjalan dan beraktivitas 

Energi gerak menjadi energi panas: Roda yang saling bergesekan menghasilkan energi panas yang menghidupkan mesin

 Energi kimia menjadi energi cahaya: lilin yang dibakar 

Energi cahaya menjadi energi kimia: proses fotosintesis menyerap cahaya matahari menjadi zat yang bernutrisi bagi tumbuhan



Perubahan energi listrik Di era modern, energi yang paling fleksibel untuk diubah menjadi energi lain adalah energi listrik. 

Beberapa bentuk perubahan energi listrik di antaranya: 

Energi listrik menjadi energi cahaya: Lampu pijar dan lampu tabung 
Energi listrik menjadi energi bunyi: Speaker, bel, radio, dan televisi 
Energi listrik menjadi energi gerak: Kipas angin, blender, mobil listrik 
Energi listrik menjadi energi magnet: Pengangkat besi yang menggunakan elektromagnet 
Energi listrik menjadi energi kimia: Charger, pengisian akibat
Energi listrik menjadi energi panas: magic jar, setrika, kompor listrik, pemanggang, pemanas air, pencatok rambut

Asal listrik Jika energi tidak dapat diciptakan, lalu dari mana asalnya listrik? Selama puluhan tahun terakhir, sebagian besar listrik berasal dari pembangkit yang mengolah batu bara dan minyak bumi. Batu bara dan minyak bumi adalah energi kimia yang berasal dari fosil makhluk hidup yang mati dan terkubur jutaan tahun lalu.

Namun kedua bentuk energi itu tidak ramah lingkungan. Kita seharusnya beralih ke pengolahan energi listrik yang ramah lingkungan. 

Contohnya energi panas dari matahari yang mampu berubah menjadi listrik dengan panel surya (solar panel).
Atau energi gerak yang dimiliki angin, memutar turbin yang menghasilkan energi mekanis. Lalu menggunakan generator, energi mekanis itu diubah menjadi energi listrik. Proses ini berlangsung di Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Selain angin, listrik juga dibangkitkan oleh energi gerak yang dimiliki air, ombak, dan pasang surut. Yang paling mutakhir, energi nuklir yang terkandung dalam uranium, mampu diolah menjadi energi listrik yang sangat besar.


3 komentar:

Unknown mengatakan...

Assalamu'alaikum

Unknown mengatakan...

Assalamu'alaikum

Mi Nurmi mengatakan...

Waalaikumsalam....