Rabu, 12 Agustus 2020

Zat Aditif dan Zat Adiktif

Tuhan telah menganugerahkan nikmat yang luar biasa bagi manusia. Rahmat-nya tersebar luas di seluruh alam semesta. Telah memberi kita makanan, minuma, kesehatan jasmani dan rohani, sehingga kita mampu melakukan aktivitas sehari-hari. 
Pernahkah kamu menyadari bahwa kesehatan tubuh juga ditentukan oleh makanan dan minuman yang kita komsumsi? 

Tuhan memerintahkan untuk mengomsumsi makakn dan minuman yang sehat dan tidak bertentangan dengan agama, agar kita terhindar dari berbagai penyakit.

ketika memilih makanan, seseorang akan mudah tertarik karena rasanya enak, warna yang menarik, aroma yang menggugah selera, atau kemasannya yang menawan. Agar memenuhi tujuan tersebut, pembuat makanan menambahkan zat-zat tertentu. Zat-zat tersbut disebut zat aditif.


Zat Aditif


Zat aditif merupakan bahan yang ditambahkan dengan sengaja ke dalam makanan atau minuman dalam jumlah tertentu saat membuat makanan. 

Penambahan zat aditif bertujuan untuk memperbaiki penampilan, cita rasa, tekstur, aroma dan untuk memperpanjang daya simpan. Selain itu, ada juga penambahan zat adiktif dapat meningkatkan nilai gizi makanan dan minuman seperti penambahan protein, mineral, dan vitamin. 

Berdasarkan fungsinya, zat adiktif pada makanan dan minuman dapat dikelompokkan menjadi;

  1. Pewarna
  2. Pemanis
  3. Pengawet
  4. Penyedap
  5. Pemberi aroma
  6. Pengental
  7. Pengemulsi

Berdasarkan asal zatnya, zat adiktif pada makanan dikelompokkan menjadi dua;

1. Zat aditif alami

Zat aditif alami adalah zat adiktif yang bahan bakunya berasal dari mahluk hidup, misalnya zat pewarna dari tumbuhan, penyedap dari daging, pengental dari alga, dan sebagainya. 

Zat-zat alami umumnya tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan manusia. 

2. Zat aditif buatan. 

Zat aditif buatan diperoleh melalui proses reaksi kimia yang bahan baku pembuatannya berasal dari bahan-bahan kimia. Misalnya, bahan pengawet dari asam benzoat, pemanis yang terbuat dari sakarin, pewarna dari tartrazine.  Bahan aditif buatan harus dipergunakan sesuai dengan jumlah yang diperbolehkan dan sesuai fungsinya.

Penyalagunaan pewarna buatan seperti pewarna testil yang digunakan sebagai pewarna makanan sangat berbahaya untuk kesehatan.


Selain Zat pewarna, pemanis, dan penyedap khususnya dalam makanan dan minuman, ada pla zat dalam makanan dan minuman yang harus dihindari, misalnya alkohol. 


Zat Adiktif


Zat adiktif merupakan zat-zat yang dapat menyebabkan orang menjadi ketagihan.

Jenis - Jenis Zat Adiktif

A. Narkotika

Narkotika merupKn zat berbahaya yang tidak boleh digunakan tanpa pengawasan dokter karena dapat melanggar hukum. 

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri, dan dapat menyebabkan ketergantungan bagi penggunanya.

Narkoba dapat di kelompokkan menjadi tiga golongan.

Narkoba golongan I

Miaslanya; ganja, heroin/putaw, kokain.

Narkoba golongan II

Misalnya; morfin, petidin, metadon

Narkoba golongan III

Misalnya; kodein


Penggunaan narkoba  dapat merusak masa depan generasi muda. Hindari dan jauhi zat-zat yang berhubungan dengan narkotika. Selain melanggar hukum juga sangat berbahaya bagi kesehatan.

B. Psikotropika


Zat ini merupakan obat yang memperngaruhi mental dan prilaku seseorang. Misalnya orang sulit tidur, bialng meminumnya bisa membuatnya nyenyak. Maka penggunaannya harus menggunakan resep dokter.

Psikotropika dapat digolongkan menjadi empat golongan berdasarkan potensi dalam menyebabkan ketergantungan.

  1. Sangat menyebabkan ketergantungan dan tidak digunakan sebagai obat. Misalnya; ekstasi/MDMA (metil dioksi metamfetamin), LDS (Lysergic acid diethylamide), STP/DOM  (dimetoksi alpha dimetilpenetilamina)
  2. Perpotensi kuat menyebabakan ketergantungan dan sangat terbatas digunakan sebagai obat. Misalnya; amfetamin, matamfetamin, fenisiklidin, dan ritalin.
  3. perpotensi sedang menyebabkan ketergantungan dan banyak digunakan sebagai obat. misalnya; pentolbarbital dan flunitrazepam. 
  4. perpotensi ringan dalam menyebabkan ketergantungan dan digunakan untuk obat. Misalnya; diazepan, klobazam, fenobarbital, barbital, klorozepan, dan nitrizepam. 

C. Zat Psiko-aktif lainnya


Selain narkotika dan psikotropika terdapat zat atau obat lain yang berpengaruh terhadap kerja sistem saraf pusat jika disalah gunakan atau dikomsumsi dalam jumlah besar dan dapat menimbulkan dampak yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Misalnya; alkohol, nikotin, dan kafein.

Jenis alkohol yang banyak digunakan adalah etanol. Zat ini dapat diperoleh secara alami melalui fermentasi glukosa dengan ragi. Jika seseorang menimum minuman beralkohol, maka kandungan alkohol dalam darahnya akan tinggi, menyebabkan orang itu mabuk dan mengalami penurunan kesadaran. Itulah orang mabuk tidak boleh mengendarai kendaraan. Selain etanol, salah satu  jenis alkohol yaitu metanol yang biasa digunakan pada industi sebagai pelarut tertentu. dalam kehidupan sehari-hari metanul dikenal juga dengan nama spiritus. Zat ini beracun dan bila terminum dan dapat menutuskan saraf mata sehingga orang dapat menjadi buta atau bahkan meninggal dunia.

Nikotin terdapat pada daun tembakau yang biasanya digunakan sebagai bahan membuatan rokok. Sehingga biasanya orang merokok dapat lebih tahan kantuk dan lebih aktif. Merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit sehingga berbahaya bagi kesehatan. 

Kafein merupakan zat yang secara laami terdapat dalam kopi. Selain pada kopi ternyata kafein juga ditemukan dalam teh yang dikenal dengan theine namun kadarnya  tidak sebanyak kafein pada kopi.  Meskipun kafein  merupakan psika-aktif namun penggunaannya tidak dilarang. Namun dianjurkan untuk tidak dikomsumsi secara berlebihan.


Dampak Penggunaan Zat Adiktif bagi Kesehatan

A. Penggunaan Narkotika

Heroin, morfin, opium dan kodein dalm jangka pendek dapat menghilangkan rasa nyeri dan ketengangan, rasa nyaman, seperti mimpi dan mengantuk. Dalam jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan dan meninggal karena overdosis, sembelit, dan impotensi.  Jika menggunakan jarum suntuk tidak streil akan menyebabkan berbagai penyakit berbahaya seperti hepatitis dan HIV/AIDS.

B. Penggunaan Psikotropika 

Penggunaan ekstasi dan sabu dalam jangka pendek dapat menyebabkan tejaga (tidak tidur), rasa senang, perasaan melambung, rasa nyaman, dan meningkatkan keakraban. Namun, setelah itu akan timbul rasa tidak enak, murung, nafsu makan hilang, berkeringat, rasa haus, badan begetar, jantung berdebar, dan tekanan darah meningkat.

Dalam jangka panjang menyebabkan kurang gizi, anemia, penyakit jantung, gangguan jiwa, dan pembuluh darah dalam otak pecah sehingga mengalami stroke atau gagal jantung yang mengakibatkan kematian.

Setelah menggunakan obat nipan/ nitrazepan dalam dosis tertentu. Seseorang akan merasa tenang dan otot-otot mengendur. Jika dosis penggunaannya tinggi dapat menyebabkan gangguan bicara, depresi. Jika dosis lebih tinggi lagi akan menyebabkan penghambatan pada pernapasan, koma dan kematian.

C. Penggunaan Psiko-aktif lainnya

Inhalansia dapat menyebabkan kematian mendadak karena kekurangan oksigen atau karena ilusi, halusinasi, dan persepsi yang salah (merasa dapat terbang sehingga terjund ari tempat tinggi). Penggunaan inhalansia jangka panjang menyebabkan kerusakan otak, paru-paru, ginjal, dan jantung.


Alkohol yang asuk kedalam tubuh, akan masuk ke pembulu darah, otak dan menekan kerja otak. Jangka pendek akan menyebabkan batuk, jalan sempoyongan dan keinginan untuk merusak.  Dalam jangka panjang dapat merusak hati, kelenjar getah lambung, kerusakan sistem saraf, gangguan jantung, dan meningkatkan gangguan sistem saraf. Ibu hamil yang mengomsumsi alkohol (pecnadu) memungkinkan akan melahirkan anak yang cacat.

Selain nikoton, dalam rokok terdapat sekitar 4.000 senyawa termasuk tar dan karbon dioksida yang sangat berbahaya bagi tubuh. Senyawa-senyawa itu menyebabkan kanker paru, penyempitan pembulu darah, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan impotensi.

Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba

  1. Mengenal dan menilai diri sendiri
  2. Meningkatkan harga diri
  3. Meningkatkan rasa pecaya diri
  4. Terampil mengatasi masalah dan mengambil keputusan
  5. Mimilih pergaulan yang baik dan terampil menolak tawaran narkoba
  6. Terampil sebagai agen pencegahan penyalahgunaan narkoba
  7. Menerapkan pola hidup sehat
  8. Memperkuat iman dan takwa kepada Tuhan
  9. Melakukan kegiatan yang positif
  10. Membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan teman dan keluarga
















Tidak ada komentar: